Info Sekolah
Jumat, 30 Jan 2026
  • Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Tahun Pelajaran 2023/2024 dapat dilihat di menu pengumuman pada Website ini.

PGRI dan Guru di Era Modern

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Di era modern yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan perubahan paradigma pendidikan, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) bertransformasi dari sekadar organisasi perjuangan fisik menjadi ekosistem pendukung digital bagi guru. Guru masa kini tidak hanya dituntut untuk mengajar, tetapi juga menjadi desainer pembelajaran, manajer data, dan penjaga moral di ruang siber.

Berikut adalah peran strategis PGRI dalam mendampingi guru menghadapi tantangan era modern:


1. Navigasi Teknologi: Dari Analog ke Kecerdasan Buatan (AI)

Guru era modern sering kali merasa tertekan oleh kecepatan perubahan teknologi. PGRI hadir untuk memastikan tidak ada guru yang “tertinggal di masa lalu”.

2. Perlindungan Hukum di Tengah Arus Viralitas

Era modern membawa risiko baru: kriminalisasi berbasis konten digital. Tindakan disiplin guru di kelas kini sangat mudah direkam, dipotong, dan diviralkan secara negatif.


Perbandingan Tantangan: Guru Tradisional vs Guru Modern

Aspek Guru Tradisional Guru Era Modern Peran Adaptif PGRI
Sumber Belajar Buku teks dan kurikulum kaku. Internet, AI, dan sumber terbuka. Pelatihan Literasi Digital & AI.
Beban Kerja Koreksi manual & administratif. Aplikasi kinerja & administrasi digital. Advokasi penyederhanaan sistem.
Interaksi Terbatas di sekolah/kelas. Terhubung 24/7 via WhatsApp/Medsos. Edukasi Batas Etika Digital.
Keamanan Otoritas guru sangat dihormati. Rentan viral dan intervensi publik. Perlindungan Hukum & MoU Polri.

3. Advokasi Kesejahteraan di Era Ekonomi Digital

PGRI menyadari bahwa tuntutan profesionalisme yang tinggi harus dibarengi dengan kepastian ekonomi.

4. Menjaga Karakter di Ruang Maya

Guru modern bukan sekadar “pemberi informasi” (karena informasi sudah ada di Google), melainkan pembentuk karakter.


5. Kolektivitas Digital (Networking)

Di masa lalu, guru berkumpul secara fisik. Di era modern, PGRI memperluas ruang berkumpulnya ke ranah digital.

  • KTA Digital & Komunitas Daring: Memungkinkan koordinasi jutaan guru di Indonesia terjadi secara instan. Isu di satu daerah bisa menjadi gerakan nasional dalam hitungan jam.

Kesimpulan

PGRI bagi guru di era modern adalah “Sistem Operasi” yang memberikan keamanan, pembaruan kompetensi, dan jaringan solidaritas. PGRI memastikan bahwa meskipun alat mengajar berubah menjadi layar dan algoritma, jantung pendidikan—yakni martabat dan kesejahteraan guru—tetap terjaga dengan kuat.

monperatoto
monperatoto
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

Post Terkait

WUJUD KEGIATAN P5

Senin, 27 Okt 2025

Tentang AKM

Minggu, 29 Nov 2020

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Minggu, 29 Nov 2020